Untukmengembangkan paragraf dari teks eksplanasi, harus disesuaikan dengan kebutuhan utama teks tersebut. Kalimat yang disusun secara runtut dan membentuk gagasan yang utuh dan jelas. Pola pengembangan teks eksplanasi dibagi menjadi dua, yaitu: Pola Kronologis yang berarti disusun berdasarkan urutan waktu kejadian.
Polapengembangan tersebut diantaranya, (1) pola deskripsi spasial, (2) pola deskripsi sudut pandang, (3) pola deskripsi pengamatan (observasi), dan (4) pola deskripsi fokus. 1. Deskripsi Spasial. Pola deskripsi spasial merupakan suatu pola pengembangan paragraf yang menggambarkan objek berupa ruang, benda, atau tempat. Contoh:
Bacajuga : Pengertian dan Jenis-jenis Karangan Beserta Contohnya. #6 Pola Perbandingan Pengembangan paragraf dengan pola sudut pandang didasarkan pada persepsi yang berkaitan dengan posisi atau tempat penulis pada karangan tersebut. Contoh Pola Sudut Pandang Pagi itu, aku berdiri di depan pintu dengan niat menghirup udara segar.
Jenisdan Contoh Pola Pengembangan Paragraf. Ada delapan pola/cara memahami paragraf, yaitu: (1) pola susunan waktu, (2) pola susunan ruang, (3) pola susunan sebab-akibat, (4) pola susunan ibarat, (5) pola susunan perbandingan, (6) pola susunan daftar, (7) pola susunan contoh, dan (8) pola susunan bergambar. Berikut ini contoh paragraf berbagai
1 Pola Paragraph. Di dalam paragraph harus ada susunan mengenai pola dengan cara yang jelas dan saling berhubungan. Dengan cara seperti itu pembaca akan memahamin dari setiap paragraph yang kita tulis. Dalam setiap pola memiliki bermacam - macam susunan yang dapat kita lihat di dalam sebuah tulisan antara lain: Pola tentang analogi.
analisis cerpen matahari tak terbit pagi ini. Jenis-Jenis Paragraf Berdasarkan Pola Pengembangannya – Paragraf atau alinea terdiri atas beberapa jenis, baik itu berdasarkan funginya, isinya, pola pengembangannya, dan posisi kalimatnya. Artikel kali ini akan membahas salah satu diantaranya, yakni jenis-jenis paragraf berdasarkan pola pengembangannya. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa jenis paragraf berdasarkan pola pengembangannya. 1. Generalisasi Merupakan paragraf yang memiliki pola khusus ke umum atau umum ke khusus. Pola khusus ke umum merupakan pola yang berisi pernyataan-pernyataan khusus yang kemudian disimpulkan dalam satu pernyataan umum. Sementara itu, pola umum ke khusus merupakan pola yang diawali satu kalimat pernyataan umum yang kemudian dijelaskan secara rinci dengan menggunakan kalimat-kalimat khusus. Adapun kalimat-kalimat khusus pada jenis paragraf ini harus berisikan fakta atau data yang akurat. Kedua pola pada paragraf generalisasi tersebut juga bisa ditemukan pada paragraf induktif dan paragraf deduktif. Contoh Keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya. Sebab, dari rumahlah anak-anak bisa belajar banyak hal, seperti berbicara, berjalan, merapikan mainan, dan sebagainya. Selain itu, prinsip-prinsip kehidupan juga bisa ditanamkan lewat pendidikan keluarga, entah dalam bentuk nasehat maupun dengan bentuk teladan orangtua. Baca paragraf campuran – contoh kalimat dan paragraf persuasi – contoh paragraf induktif tentang sekolah – paragraf deduktif induktif dan campuran – paragraf argumentasi– paragraf deskripsi 2. Klasifikasi Paragraf klasifikasi merupakan paragraf yang polanya berisi pengelompokkan, pembagian, ataupun penggolongan dari suatu topik yang dibahas dalam paragraf. Pola seperti ini juga bisa ditemukan di karangan eksposisi. Paragraf klasifikasi sendiri mempunyai sejumlah ciri, yaitu Adanya penggunakan kata dibagi’, digolongkan’, dan sebagainya. Kata-kata tersebut bisa ditemukan di kalimat awal paragraf klasifikasi. Berisi fakta-fakta yang akurat, sehingga paragraf ini bersifat informatif. Berisi penggolongan suatu hal berdasarkan acuan atau ciri-ciri tertentu. Contoh Berdasarkan pola pengembangannya, paragraf atau alinea dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu paragraf generalisasi, klasifikasi, definisi luas, dan sebagainya. Sementara itu, jenis-jenis paragraf berdasarkan fungsinya terbagi atas empat jenis, yaitu paragraf pembuka, paragraf pengembangan, paragraf pengalihan, dan paragraf penutup. 3. Analogi Merupakan paragraf yang berisi perumpamaan antara satu unsur dengan unsur lainnya. Permupamaan digunakan agar pembaca lebih mengerti maksud dari paragraf yang hendak disampaikan. Pola ini juga bisa digunakan dalam penulisan paragraf induktif. Contoh Melestarikan hutan sama seperti melestarikan rumah kita. Sebab, hutan merupakan tempat tinggal para hewan seperti halnya rumah yang merupakan tempat tinggal kita. Jika rumah kita dirusak atau disalahgunakan, kita selaku pemilik tentu akan marah dan mengamuk. Begitu pun juga para hewan saat hutannya dirusak atau dialihfungsikan menjadi tempat yang tidak semestinya. Oleh karena itu, kita harus bisa merawat dan melestarikan hutan selayaknya kita merawat rumah kita sendiri. 4. Paragraf Contoh Merupakan alinea yang polanya berupa contoh-contoh yang berfungsi untuk memperkuat gagasan yang hendak disampaikan. Sebisa mungkin, contoh-contoh yang diberikan merupakan hal-hal yang dekat dengan keseharian pembaca. Hal ini tentu saja untuk membuat pembaca semakin paham akan gagasan yang hendak disampaikan. Paragraf ini biasanya selalu menggunakan kata contohnya atau misalnya. Contoh Koran-koran bekas ternyata bisa dikreasikan menjadi kerajinan tangan. Misalnya saja tempat pensil. Koran-koran bekas tersebut mesti dibuat dahulu menjadi bubur kertas, lalu kemudian ditempelkan ke gelas bekas atau pun paralon bekas. Setelah itu, tempat pensil tersebut dijemur lalu kemudian dicat. JIka ingin lebih indah dan menarik, tempat pensil dari kertas koran tersebut bisa diberi hiasan apapun sesuai dengan selera. Selain empat jenis di atas, masih ada lagi jenis-jenis paragraf berdasarkan pola pengembangannya, yaitu Sebab-akibat Klimaks-antiklimaks Paragraf sudut pandang Definisi luas Paragraf pertentangan Paragraf perbandingan Baca paragraf narasi – contoh paragraf induktif tentang lingkungan – contoh paragraf induktif tantang narkoba – contoh paragraf induktif tentang sampah – contoh paragraf induktif tentang kesehatan – contoh paragraf induktif tentang pendidikan – contoh karangan narasi tentang pendidikan – contoh karangan deskripsi singkat – karangan persuasi Demikianlah jenis-jenis paragraf berdasarkan pola pengembangannya. Semoga bermanfaat.
Ilustrasi ciri-ciri, pola pengembangan, dan contoh paragraf deskripsi. Klik tombol Play untuk mendengarkan artikel - Berikut adalah penjelasan mengenai ciri-ciri, pola pengembangan, dan contoh paragraf deskripsi. Dalam dunia penulisan, paragraf deskripsi merupakan salah satu jenis paragraf yang sering digunakan. Paragraf deskripsi digunakan untuk menggambarkan suatu objek, orang, tempat, atau peristiwa secara mendetail. Paragraf deskripsi bertujuan untuk membangkitkan imajinasi pembaca agar mereka dapat membayangkan objek atau peristiwa tersebut dengan lebih jelas dan mendalam. Dalam paragraf deskripsi, penggunaan detail dan kata-kata deskriptif sangat penting. Detail dapat berupa penggunaan panca indera, seperti warna, aroma, rasa, suara, dan tekstur. Kata-kata deskriptif, seperti kecil, besar, tinggi, dan pendek, dapat membantu membentuk gambaran yang lebih hidup tentang objek atau peristiwa yang digambarkan. Adapun di dalam artikel ini, guna menambah pengetahuan pembaca, Sonora hendak memberi paparan mengenai ciri-ciri, pola pengembangan, dan contoh paragraf deskripsi. Baca Juga 5 Contoh Cerita Fantasi 4 Paragraf beserta Strukturnya, Lengkap! Untuk tahu lebih jauh, simak penjelasan mengenai beberapa hal di atas sebagaimana yang dikutip Sonora dari Tribunnews berikut ini.
- Tulisan deskripsi merupakan salah satu gaya dalam penyampaian sebuah gagasan tulisan. Selain gaya deskripsi, penyampaian gagasan tulisan juga bisa disampaikan melalui gaya narasi, eksposisi, argumentasi dan juga persuasi. Pada tulisan deskripsi, bertujuan untuk memberikan kesan/imperasi kepada pembaca terhadap objek, gagasan, tempat, peristiwa, dan semacamnya yang ingin disampaikan penulis. Tulisan deskripsi berisi gambaran mengenai suatu objek atau suatu keadaan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera. Melalui pengesanan ini pembaca seolah-olah berada di suatu tempat dan dapat melihat, mendengar, meraba, mencium, atau merasakan apa yang tertulis dalam paragraf tersebut. Baca juga Paragraf Narasi Ciri-ciri, Jenis dan Contoh Paragraf Narasi Ciri-ciri Karangan Deskripsi Terdapat lima ciri-ciri dari menulis karangan deskripsi yaitu - Karangan deskripsi memperlihatkan detil atau rincian tentang objek - Karangan deskripsi lebih bersifat mempengaruhi emosi dan membentuk imajinasi pembaca; - Karangan deskripsi umumnya menyangkut objek yang dapat di indera oleh pancaindera sehingga objeknya pada umumnya berupa benda, alam, warna, dan manusia; - Penyampaian karangan deskripsi dengan gaya memikat dan dengan pilihan kata yang menggugah; - Organisasi penyajian lebih umum menggunakan susunan ruang. Baca juga Jenis dan Contoh Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utama Deduktif, Induktif, Campuran dan Ineratif Pola Pengembangan Paragraf Deskripsi Mengutip Buku Penyuluhan Paragraf dari Kemdikbud, paragraf deskripsi mempunyai beberapa pola pengembangan.
Macam Paragraf Berdasarkan Pola Pengembangan dan – Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai macam paragraf berdasarkan pola paragraf berdasarkan letak kalimat utama dan tujuannya telah dibahas pada artikel Paragraf Berdasarkan Pola Pengembangan dan ContohnyaPengembangan paragraf dapat dilakukan dengan satu pola tertentu dan dapat pula dengan kombinasi dua pola atau lebihAda beberapa macam paragraf berdasarkan pola pengembangannya. Macam paragraf tersebut antara lain pola umum khusus, khusus umum, definisi luas, proses, sebab-akibat, itu, macam paragraf yang lainnya adalah pertentangan, perbandingan, analisis, seleksi, titik pandang, dramatis dan Pola KronologiPengembangan paragraf secara kronologi atau alamiah disusun menurut susunan waktu the order of time.Selain itu, pengembangan paragraf secara kronologi ini pada umumnya dipakai dalam paragraf kisahan naratif dengan mengembangkan setiap bagian dalam itu dilakukan dengan memerikan suatu peristiwa, membuat atau melakukan sesuatu secara berurutan, selangkah demi selangkah menurut perturutan itu dapat dikatakan sangat sederhana karena perincian bahan karangan dilakukan secara berurutan atau terjadi bahwa peristiwa pertama tidak begitu penting dan menarik sampai seluruh rangkaian peristiwa samping itu, susunan logis mengikuti jalan pikiran bahwa penempatan sesuatu di belakang memberikan tekanan yang paling dengan itu, perincian tulisan diatur, semakin ke bawah semakin memberikan kesan penting, yaitu mulai kurang penting/menarik sampai ke bagian-bagian yang paling menarik pada akhir kata dapat digunakan sebagai penanda perturutan waktu itu, seperti pertama-tama, mula-mula, kemudian, sesudah itu, selanjutnya, dan Maret 1942, Imamura memasuki Bandung, tanpa menarik perhatian. Sehari sesudah itu, ia memerintahkan stafnya untuk mulai menegakkan pemerintahan militer guna memerintah Pulau Jawa. Kemudian, ia mengadakan inspeksi ke markas besar dari kedua divisi lain. Pada 12 Maret 1942, Imamura mendirikan markas besar tentara ke16 di Batavia, yang kemudian diberi nama Djakarta Jakarta.Dalam paragraf ini, dipaparkan suatu keadaan setahap demi setahap berdasarkan kronologi atau urutan Imamura,dipaparkan mulai saat memasuki kota Bandung hingga pendirian markas tentara di Jakarta. Pemaparan urutan waktu yang dilakukan dijalin secara DefinisiPengembangan paragraf ini digunakan apabila seorang penulis bermaksud menjelaskan suatu tersebut mengandung suatu konsep dengan tujuan agar pembaca memperoleh pengertian yang jelas dan mapan mengenai hal dalam kalimat topik dikembangkan dan dijelaskan dalam kalimat memberikan batasan yang menyeluruh tentang suatu istilah, kadang-kadang penulis menguraikannya secara panjang-lebar dalam beberapa kalimat, bahkan dapat mencapai beberapa hal itu, prinsip kesatuan dan kepaduan dalam paragraf harus tetap merupakan persyaratan yang tepat mengenai arti suatu kata atau yang baik akan menunjukkan batasan-batasan pengertian suatu kata secara tepat dan pola ini pikiran utama yang mengawali paragraf dikembangkan dengan memberikan definisi dari istilah inti dalam pikiran selanjutnya adalah dengan menguraikan hal-hal yang dapat menjelaskan definisi globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia. Hal ini dilakukan melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Globalisasi merupakan suatu proses ketika antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan saling memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara. Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas Paragraf Berdasarkan Pola Pengembangan 3. AnalogiPengembangan paragraf secara analogi merupakan pengembangan paragraf dengan ilustrasi yang pengembangan ini diberikan suatu contoh gambaran yang berbeda, tetapi mempunyai itu berupa baik bentuk maupun fungsi, untuk menjelaskan kepada pembaca tentang sesuatu yang tidak dipahaminya dengan dengan analogi ini biasanya digunakan untuk membandingkan sesuatu yang tidak atau kurang dikenal dengan sesuatu yang dikenal baik oleh adalah untuk menjelaskan informasi yang kurang paragraf dengan menganalogikan sesuatu dengan benda yang sudah diketahui oleh umum dapat mempermudah pembaca membayangkan objek yang dilukiskan itu dapat membantu menanamkan kesan terhadap tokoh yang dilukiskan semesta berjalan dengan sangat teratur, seperti halnya mesin. Matahari, bumi, bulan, dan binatang yang berjuta-juta jumlahnya, beredar dengan teratur, seperti teraturnya roda mesin yang rumit berputar. Semua bergerak mengikuti irama tertentu. Mesin rumit itu ada penciptanya, yaitu manusia. Tidakkah alam yang mahabesar dan beredar rapi sepanjang masa ini tidak ada penciptanya? Pencipta alam tentu adalah zat yang sangat maha. Manusia yang menciptakan mesin, sangat sayang akan ciptaannya. Pasti demikian pula dengan Tuhan, yang pasti akan sayang kepada semua ciptaan-Nya paragraf tersebut, penulis membandingkan mesin dengan alam saja ada penciptanya, yakni manusia, alam pun pasti ada pula manusia sangat sayang pada ciptaannya itu, tentu demikian pula dengan Tuhan sebagai pencipta alam. Dia pasti sangat sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya Paragraf Berdasarkan Pola Pengembangan4. IlustrasiPengembangan paragraf dengan ilustrasi digunakan dalam paragraf paparan ekspositoris.Hal ini digunakan untuk menyajikan suatu gambaran umum atau khusus tentang suatu prinsip atau konsep yang dianggap belum dipahami oleh paragraf ini biasa digunakan oleh penulis yang ingin memaparkan sesuatu yang disajikan mengikuti kesan demi kesan yang ditangkap oleh indera mengambil posisi tertentu, pemaparan dimulai secara berurutan dari benda yang terdekat ke benda yang lebih jauh/dalam letaknya, dari satu ruang ke ruang antarbagian yang dipaparkan harus terjaga agar isi paragraf dapat dipahami dan diikuti oleh data yang diperoleh dari Stasiun Gambir, kepadatan penumpang kereta pada arus mudik semakin hari semakin meningkat. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran. Menurut Kepala Stasiun Gambir, tujuan pemudik yang memanfaatkan moda transportasi kereta adalah ke kota-kota besar di Jawa Ten gah dan Jawa Timur, seperti Solo, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, PT KA telah menambah rangkaian gerbong kereta. Selain itu, PT KA juga akan mengoperasikan kereta sapu paragraf ilustrasi suatu keadaan digambarkan secara paragraf itu penulis memaparkan keadaan yang sebenarnya Stasiun Gambir menjelang Stasiun Gambir itu dijelaskan dengan pemaparan kepadatan calon pemudik yang meningkat ditambah informasi dari kepala model pemaparan seperti itu pembaca diharapkan dapat menangkap informasi yang diinginkan penulis dengan diharapkan dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang objek yang Macam Paragraf Berdasarkan Tujuan dan Contohnya5. Pembandingan dan PengontrasanUntuk memperjelas paparan, kadang-kadang penulis membandingkan atau mempertentangkan hal-hal yang berusaha menunjukkan persamaan dan perbedaan antara dua dapat dibandingkan atau dipertentangkan adalah dua hal yang tingkatnya hal itu mempunyai persamaan dan perbedaan. Pembandingan dan pengontrasan atau pertentangan merupakan suatu cara yang digunakan pengarang untuk menunjukkan kesamaan atau perbedaan antara dua orang, objek, atau gagasan dengan bertolak dari segi-segi pengembangan paragraf ini, pembandingan digunakan untuk membandingkan dua unsur atau lebih yang dianggap sudah dikenal oleh pembaca, di satu pihak memiliki kesamaan, sedangkan di pihak lain mempunyai paragraf dengan pengontrasan bertolak dari adanya dua unsur atau lebih yang sama, tetapi menunjukkan ketakserupaan pada di antara keduanya sudah pasti berbeda jauh dan tidak paragraf yang menunjukkan pembandingan pada umumnya ditandai dengan kata-kata seperti serupa dengan, seperti halnya, demikian juga, sama dengan, sejalan dengan, dan sementara itu, pengembangan paragraf yang menunjukkan pengontrasan pada umumnya ditandai dengan kata-kata yang mengandung makna pertentangan, seperti akan tetapi, berbeda dengan, bertentangan dengan, lain halnya dengan, dan bertolak belakang sulungku benar-benar berbeda dengan adiknya. Wajah anak sulungku mirip dengan ibunya, sedangkan adiknya mirip dengan saya. Dalam hal makan, sulit membujuk si Sulung untuk makan. Ia hanya menyenangi makananmakanan ringan seperti kue, sedangkan adiknya hampir tidak pernah menolak makanan apa pun. Namun, dalam minum obat mereka justru bertolak belakang. Si Sulung sangat mudah minum segala obat yang diberikan dokter, sedangkan adiknya harus dibujuk terlebih dulu agar mau paragraf ini penulis ingin memaparkan sebuah informasi dengan cara membandingkan dua hal yang mempunyai kemiripan dan mengontraskan dua hal yang menunjukkan tersebut dikembangkan dengan cara mengontraskan sifat yang dimiliki dua orang. Penulis mengontraskan anak sulung dan adiknya dalam hal wajah, kebiasaan makan, dan dalam hal minum paragraf itu penulis hanya menampilkan kekontrasannya, tanpa membandingkan begitu, cara pengembangan paragraf seperti itu dapat memudahkan pembaca memahami konsep yang dimaksudkan Sebab-AkibatDalam pengembangan sebab-akibat, hubungan kalimat dalam sebuah paragraf dapat berbentuk pengembangan ini, suatu paragraf mungkin berupa satu sebab dengan banyak akibat atau banyak sebab dengan satu dapat berfungsi sebagai pikiran utama dan akibat sebagai pikiran penjelas, atau dapat juga akibat merupakan pikiran utama, untuk dapat memahaminya perlu dikemukakan sejumlah penyebab sebagai sebagai pikiran utama dapat ditempatkan pada bagian permulaan atau bagian akhir ini dipakai dalam tulisan ilmiah atau keteknikan untuk berbagai keperluan, antara lain, untuk 1 mengemukakan alasanyang masuk akal, 2 memerikan suatu proses, 3 menerangkan mengapa sesuatu terjadi demikian, dan 4 meramalkan runtunan peristiwa yang akan sekali kasus penebangan hutan liar yang terjadi dalam 10 tahun belakangan. Pemerintah sudah mengeluarkan berbagai aturan untuk menghukum para penebang liar. Namun, faktanya penebangan liar terus terjadi sehingga merugikan banyak pihak. Akibat dari penebangan liar itu tanah tidak mampu menyerap air dengan baik dan juga tanah tidak ada lagi yang mengikat. Oleh karena itu, tiap datang musim hutan selalu terjadi bencana banjir dan juga tanah tersebut diawali dengan sebab, yaitu perincian tentang terjadinya memulainya dengan memaparkan keadaan sesungguhnya yang terjadi disertai alasan yang bagian akhir, penulis baru menyimpulkan dalam bentuk kalimat itu merupakan akibat yang ditimbulkan oleh uraian-uraian khusus pembahasan mengenai macam paragraf berdasarkan pola pengembangan dan contohnya. Semoga search termshttps//paket-wisatabromo com/macam-paragraf-berdasarkan-pola-pengembangan-dan-contohnya
Paragraf eksposisi merupakan jenis-jenis paragraf yang berisi informasi atau langkah-langkah yang disampaikan secara singkat, padat, dan jelas, sehingga pembaca bisa mendapat wawasan yang baru. Paragraf ini sendiri termasuk ke dalam salah satu jenis-jenis paragraf berdasarkan isinya, selain paragraf argumentasi, paragraf deskripsi, paragraf narasi, serta contoh kalimat dan paragraf persuasi. Paragraf eksposisi mempunyai sejumlah pola pengembangan dalam penulisannya, di mana pola-pola tersebut antara lain Pola Definisi merupakan pola yang berisi definisi suatu topik atau istilah yang hendak dibahas di dalam paragraf eksposisi. Pola Proses merupakan pola yang berisi penjelasan tentang proses membuat atau menjalankan sesuatu. Pola ini juga terdapat pada teks prosedur dalam bahasa Indonesia. Pola Klasifikasi merupakan pola yang menggolongkan suatu hal menjadi beberapa bagian. Pola ini juga bisa ditemui di paragraf klasifikasi dan contoh kalimat klasifikasi. Pola Ilustrasi merupakan pola yang berisi ilustrasi atau contoh dari topik yang dibahas. Pola Perbandingan merupakan pola yang berisi perbandingan antara satu hal dengan yang lainnya. Pola Laporan merupakan pola yang berisi laporan peristiwa yang disampaikan secara rinci dan runtut. Untuk lebih tahu seperti apa bentuk pola-pola tersebut, berikut beberapa contoh pola pengembangan paragraf eksposisi dalam bahasa Indonesia. 1. Pola Definisi Menurut Kamus Bahasa Indonesia, pidato merupakan pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada banyak orang. Selain itu, pidato juga didefinisikan sebagai wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan khalayak banyak. 2. Pola Proses Ada beberapa langkah yang mesti diikuti saat hendak menyajikan secangkir teh hangat yang manis. Pertama, sediakan air panas ke dalam satu cangkir teh. Kemudian, masukkan teh celup atau bubuk teh ke dalam air tersebut, hingga air berwarna merah kecoklatan. Keluarkan teh celup atau saring air teh dari bubuknya, lalu tambahkan dua sendok teh gula ke dalam air teh. Aduklah hingga merata. Setelah itu, diamkan sejenak agar panasnya sedikit berkurang. Secangkir teh hangat panas pun sudah bisa dinikmati. 3. Pola Klasifikasi Posisi pemain sepakbola dikelompokkan menjadi penjaga gawang, pemain belakang, pemain tengah, dan pemain depan. Pemain belakang dikelompokkan lagi menjadi bek tengah, bek sayap kanan, dan bek sayap kiri. Sementara itu, pemain tengah dikelompokkan lagi menjadi gelandang tengah, gelandang bertahan, gelandang serang, serta gelandang sayap kiri dan kanan. 4. Pola Ilustrasi Berbagai upaya telah dilakukan polisi untuk dapat menangkap pelaku. Misalnya, dengan melakukan investigasi di tempat yang diduga sering didatangi pelaku, hingga melakukan patroli di sejumlah tempat. Sayangnya, pelaku masih belum bisa ditemukan. 5. Pola Perbandingan Tahun ini, ada sekitar 350 mahasiswa yang mengikuti pagelaran wisuda. Jumlah itu jauh lebih besar dibanding tahun lalu, di mana wisudawan yang terdaftar hanya sekitar 200 mahasiswa saja. 6. Pola Laporan Pasca pencurian sejumlah perangkat komputer yang terjadi beberapa hari yang lalu, pihak sekolah pun akhirnya melakukan sejumlah pembenahan di sektor keamanan. Adapun upaya yang mereka lakukan antara lain memasang CCTV di ruangan komputer dan ruangan lainnya, serta memasang pagar yang amat tinggi dan mempunyai kawat berduri di atasnya. Para petugas keamanan pun juga diberi tugas ekstra untuk menjaga sekolah kami. Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan kasus pencurian komputer yang telah terjadi tidak akan terulang lagi di kemudian hari. Demikianlah beberapa contoh pola pengembangan paragraf eksposisi dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian.
pola pengembangan paragraf dan contohnya