yangpaling banyak dipilih masyarakat sebagai sumber informasi yang cepat dan akurat. Hal ini disebabkan karena televisi memiliki beberapa kelebihan. Menurut (Kuswandi, 1996: 7) televisi merupakan salah satu komponen media massa yang disebut sebagai media venichel yaitu bersifat audiktif atau (merangsang indera Okto. PEMBAHASAN 1.1 DEFINISI SISTEM POLITIK Sistem berasal dari bahasa yunani, yaitu systema yang berarti : 1. Keseluruhan yang tersusun dari sekian banyak bagian (Shrode dan Voich,1974:115) 2. Hubungan yang berlangsung antara satuan-satuan atau komponen secara teratur (Awad,1979:4). Dengan demikian kata systema berarti Dilansirdari Encyclopedia Britannica, bagian dari produk yang menyampaikan informasi mengenai produk dan penjual adalah label. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu bahan bahan yang termasuk dalam jenis kemasan rigid adalah? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap. Kelompokmmasyarakat tersebut yang merupakan kekuatan politik riil di dalam masyarakat, disebut “infrastruktur politik” berdasarkan teori politik, infrastruktur politik mencapai 5 unsur atau komponen sebagai berikut: Media komunikasi politik merupakan salah satu instrumen politik yang dapat berfungsi untuk menyampaikan informasi dan 5 Formulir yang disediakan oleh perusahaan dan dipakai sebagai tanda bukti persetujuan pejabat berwenang untuk mengeluarkan uangmembayar utang disebut 6. Cek yang berfungsi sebagai buku pengeluaran kas disebut 7. Utang yang muncul akibat adanya transaksi pembelian barangjasa secara kr edit, dan tidak disertai perjanjian tertulis disebut analisis cerpen matahari tak terbit pagi ini. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Instrumen politik luar negeri merupakan wahana/cara/sarana/alat dalam melaksanakan keputusan bidang politik luar negeri agar dapat berfungsi maksimal guna mencapai tujuan akhir. Instrumen yang terkandung dapat bersifat damai peaceful instrument maupun bersifat kekerasan tinggi violent instrument. Instrumen politik luar negeri dapat berwujud diplomasi, tindakan ekonomi, propaganda, intervensi, perang dan diartikan sebagai seni, teknik atau cara yang dimanfaatkan dalam melakukan perundingan dengan wakil-wakil negara lain untuk memperjuangkan suatu kebijakan, mengamankan dan melindungi kepentingan nasional. Fungsi utama diplomasi adalah melakukan negosiasi atau perundingan, observasi dan perlindungan. Tugas pokok utama diplomat adalah meniadakan suatu keadaan yang merugikan kepentingan nasional; mempertahankan keadaan yang menguntungkan kepentingan nasional; menegakkan keadaan yang diperlukan demi kepentingan nasional. Fungsi diplomat dalam kondisi tawar menawar diplomat memiliki fungsi yaitu memberi perlindungan warga negara meliputi perlindungan terhadap kehidupan dan memajukan kepentingan warga negara di dalam dan luar negeri; perwakilan simbolis diplomat sebagai representasi simbolis terlihat aktif dalam peristiwa-peristiwa sosial yang berhubungan dengan kelompok tempatnya bertugas dan menghadiri setiap peristiwa yang berhubungan; memperoleh informasi sebagai input kebijakan luar negeri melalui cara-cara terselubung. Cara-cara itu merupakan tugas terpenting. Para perumus kebijakan perlu mendapat informasi yang akurat supaya memperoleh kesesuaian maksimum antara keadaan lingkungan objektif dengan image pembuat keputusan; memberi nasihat dan membuat kebijakan yang menyeluruh bagi para perumus sasaran dan rencana tindakan sehingga sumbangan diplomat dalam proses pembuatan kebijakan ditentukan oleh kemampuannya mengintepretasikan dan menilai kondisi negara tempat ditugaskan. Dalam melakukan diplomasi terdapat beberapa bentuk yaitu old diplomacy diplomasi tertutup; diplomasi terbuka; diplomasi pertemuan puncak; diplomasi multilateral; multi-track diplomacy; diplomasi kekerasan coercive diplomacy; preventive diplomacy; diplomasi perjuangan. Pada banyak kasus negosiasi dua negara atau lebih dimaksudkan untuk saling mengubah tujuan dan kebijakan masing-masing negara dalam beberapa isu kontroversial. Negosiasi dapat bermakna pula efek samping, maka diperlukan tawar menawar dan usaha-usaha guna menjamin persetujuan. Dalam menjelaskan negosiasi perlu dijelaskan juga tujuan komunikasi diplomatik. Proses negosiasi formal secara sistematis terbagi menjadi lima bagian yaitu pertemuan terbuka-tertutup; pertemuan bilateral-multilateral; ketegangan/situasi krisis maupun keadaan normal; ketersediaan waktu; peranan peserta dan perantara. Proses negosiasi dibagi dalam dua lingkup besar yaitu mempersiapkan aturan main menentukan tempat dan pihak-pihak serta jumlah delegasi, bahasa-tempat duduk dan pemberitaan pers; membahas perundingan yaitu pengambilan posisi, pengetengahan tuntutan/kondisi dan isyarat/simbolis. Hasil yang memungkinkan timbul setelah negosiasi adalah pakta/persetujuan; penangguhan perundingan; mengakhiri perundingan dan meninggalkan masalah yang tidak dapat terselesaikan. Tujuan komunikasi diplomatik memiliki tujuan yaitu memperoleh informasi maksud dan rencana dari pihak lawan; menyatakan maksud dan rencana sendiri kepada pihak lawan; menguji kesungguhan pihak lawan dalam mencari kesepakatan; meyakinkan pihak lawan mengenai kegunaan atau urgensi dari suatu kesepakatan; mengulur waktu untuk memperoleh hasil yang lebih menguntungkan; untuk melakukan propaganda. Dalam mendukung keberhasilan diplomasi terdapat beragam faktor objek perlindungan; unsur personel; waktu perundingan; lokasi untuk memengaruhi tingkah laku tindakan dan tujuan negara melalui tawar menawar diplomatik dapat menjadi lebih kompleks jika ada perbedaan tujuan mendasar. Pada kondisi ini penyelesaian perlu dilakukan dalam dua tahap yaitu salah satu pihak harus membuat pihak lain berkeinginan membuat suatu satu pihak berupaya meyakinkan pihak lain untuk menyetujui kesepakatan dibandingkan mengedepankan status quo; setelah tercapai persetujuan, kedua pihak perlu merundingkan ketentuan-ketentuan khusus yang dipakai dalam persetujuan akhir. Tindakan ekonomi lebih banyak mengandalkan kekuatan yang nyata dalam bentuk modal dan sumber daya ekonomi. Kriteria tindakan ekonomi dalam instrumen adalah melalui cara positif maupun negatif yaitu memaksa negara lain untuk menyerahkan konsensi ataupun kesepakatan formula ekonomi politik; memperkokoh posisi politik negara sendiri dan/atau melemahkan posisi negara lain; ekspansi kawasan atas kepentingan nasional atau kawasan yang berpengaruh terhadap negara lain. Dalam perjalanannya tindakan ekonomi dipengaruhi oleh sifat kebijakan khusus tindakan ekonomi berupa imbalan, hukuman dan ancaman; jenis/ ekonomi untuk tindakan yang diambil; komponen partai yang terlibat tindakan ekonomi; kedekatan ideologis dan militer. Perlu diingat bahwa tujuan bantuan ekonomi adalah mempertahankan negara penerima bantuan sebagai sekutu politik; memperbaiki atau mengubah orientasi politik negara penerima bantuan; mencegah negara penerima bantuan menjadi sekutu merupakan penerangan pendapat, paham dan lain-lain yang dapat menjadi kebenaran/kekeliruan yang dikembangkan dengan tujuan meyakinkan pihak lain untuk menganut sikap, arah dan keyakinan tertentu. Bentuk-bentuk komunikasi yang ditujukan guna menanamkan gagasan, informasi dan imajinasi ke dalam pikiran manusia yang memacu pemikiran, emosi dan tindakan pihak lain. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya Yuk, pahami apa itu komunikasi politik dan bagaimana proses berjalannya. Komunikasi pada dasarnya berasal dari bahasa latin yaitu communico yang berarti membagi, dan communis yang berarti membangun kebersamaan, atau communicare yang berarti “membuat sama”. Maka bisa dikatakan bahwa komunikasi berarti menciptakan makna yang sama atau berarti suatu pikiran, suatu makna yang dianut secara sama. Sedangkan politik berasal dari bahasa Yunani, yaitu politikos yang berarti kewarganegaraan. Politik secara luas bisa diartikan sebagai serangkaian tindakan yang mengarahkan dan menata masalah publik. Jadi secara singkat komunikasi politik sebagai proses ketika informasi politik isu kewarganegaraan yang relevan diteruskan dari satu bagian sistem politik ke bagian lainnya, dan di antara sistem sosial dengan sistem politik. Sedangkan menurut Meadow 1980, mengatakan bahwa "political communication refers to any exchange of symbol or message that to a significant extent have been shaped by or have consequences for political system", yang berarti komunikasi politik memiliki makna bahwa setiap perubahan simbol dan pesan yang signifikan terhadap keadaan politik atau memiliki konsekuensi terhadap sistem politik. Komunikasi politik merupakan proses penyampaian informasi yang terkait politik dari pemerintah kepada masyarakat dan dari masyarakat kepada pemerintah Surbakti, 2010. Komunikasi politik adalah proses di mana informasi mengenai politik diteruskan dari satu bagian sistem politik kepada bagian lainnya, dan di antara sistem-sistem sosial dengan sistem-sistem politik. Kejadian tersebut merupakan proses yang berkesinambungan, melibatkan pula pertukaran informasi di antara individu-individu dengan kelompok-kelompoknya pada semua tingkatan masyarakat. Lagi pula tidak hanya mencakup penampilan pandangan-pandangan serta harapan-harapan para anggota masyarakat, tetapi juga merupakan sarana dengan mana pandangan dan asal-usul serta anjuran-anjuran pejabat yang berkuasa diteruskan kepada anggota-anggota masyarakat selanjutnya juga melibatkan reaksi-reaksi anggota-anggota masyarakat terhadap pandangan-pandangan dan janji serta saran-saran para penguasa. Komunikasi dalam politik sangat amat penting karena tanpa komponen komunikasi, infrastruktur, dan suprastruktur akan mengalami putus hubungan sehingga mekanisme yang seharusnya dijalankan tidak berkembang secara dinamis Mukarom, 2016. Dengan komunikasi sebagai proses politik, berbagai tatanan politik yang tidak sesuai dengan tuntutan masyarakat akan berubah. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa komunikasi politik merupakan “aliran darah” yang mengalirkan pesan politik berupa tuntutan, protes dan dukugan, aspirasi dan tuntutan kepada pusat pemrosesan sistem politik atau bisa disebut sebagai pemerintah. Komunikasi dalam proses politik diharapkan dapat memberikan keuntungan atau saling memberikan feedback antara pemerintah dan masyarakat, hal ini dikarenakan komunikasi memiliki peran yang signifikan dalam menentukan proses perubahan di suatu negara atau pemerintahan Mukarom, 2016. Oleh karena itu, bagaimanakah proses komunikasi politik itu? Dalam pratiknya komunikasi politik akan bersifat sangat dinamis. Komunikasi politik sepatutnya dapat menjadi sarana bagi komunikannya dalam menyampaikan pesan politik. Dalam prosesnya, komunikasi politik akan melibatkan banyak unsur. Menurut M. Perloff dalam buku Komunikasi Politik karya Mukarom 2016, komunikasi politik merupakan proses pemimpin, media, dan warga negara suatu bangsa bertukar dan menyerap makna pesan yang berhubungan dengan kebijakan publik. Dalam definisi ini Perloff menekankan bahwa media merupakan pihak yang ikut melakukan komunikasi politik. Secara operasional komunikasi politik juga dapat dinyatakan sebagai proses penyampaian pesan-pesan politik dari komunikator kepada komunikan melalui media tertentu hingga memberikan efek feedback. Adapun komponen kerja proses komunikasi politik, terdiri atas sebagai berikut 1. Komunikator. Komunikator merupakan partisipan yang menyampaikan informasi politik. Komunikator politik pada dasarnya semua orang yang berkomunikasi tentang politik. Pemahaman mengenai komunikator ini dibagi menjadi dua, yaitu pols yang merupakan politisi yang kesehariannya melakukan komunikasi politik dengan cara “memanipulasi”. Dan ada pula vols, yaitu warga negara yang aktif dalam politik secara part timer ataupun sukarela. Vols bisa siapa saja, artinya vols bisa saja masyarakat biasa ataupun aktivis. Dalam menyampaikan pesan politik setiap orang memiliki hak yang sama. Keefektivitasan pesan politik dapat diterima oleh khalayak juga sangat bergantung pada komunikator. Menurut buku Komunikasi Politik Mempertahankan Integritas Akademisi, Politikus, dan Negarawan 2016 dijelaskan bahwa komunikator yang efektif memiliki ciri - Mereka memandang manusia sebagai sebuah kompleksitas sehingga harus dipahami sebagai individu-individu yang tidak bisa digeneralisasi. - Komunikator harus menghindari sikap kaku dalam berkomunikasi, mereka menyeimbangkan kepentingan mereka dengan kepentingan orang lain, mereka sadar akan mempertimbangkan apakah suatu hal atau ide harus dikomunikasikan atau tidak dalam satu sisi tertentu. 2. Pesan. Pesan di sini merupakan pesan politik yang berisi informasi, fakta, opini, dan keyakinan politik. Pesan juga merupakan komponen penting, maka dalam menyusun pesan perlu adanya perencanaan yang jelas. Perencanaan yang baik dalam pesan pada dasarnya harus dilakukan dalam setiap aspek kehidupan apabila berbicara mengenai komunikasi. Maka dalam komunikasi politik juga perlu adanya strategi yang tepat dalam menyusun pesan agar bisa diterima dengan baik. 3. Media. Media adalah wadah yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Media komunikasi politik sebagai alat transformasi pesan-pesan komunikasi dari penguasa kepada masyarakat ataupun sebaliknya. Di era media baru ini media dalam komunkasi politik tak hanya berpaku pada media massa. Media sosial dapat menjadi salah satu medium atau wadah untuk menyampaikan pesan. Bahkan menurut Douglas Hagar 2014 dalam Campaigning Online Social Media in the 2010 Niagara Municipal Elections menuturkan, media sosial bisa berkontribusi pada keberhasilan politik. 4. Komunikan. Komunikan merupakan partisipan yang diberikan informasi politik. 5. Feedback. Feedback merupakan tanggapan dari komunikan atas informasi politik yang diberikan oleh komunikator. Menurut Ball Rokeah dan De Fleur, akibat efek komunikasi dapat dikategorikan dalam tiga macam yaitu, efek kognitif, efek afektif, dan efek konatif. Keberhasilan komunikasi politik akan dilihat di tahap ini, apakah pesan politik yang diberikan oleh komunikator melalui "media" dapat diterima ataupun memengaruhi khalayak. Proses komunikasi politik hakikatnya bertujuan agar segala komponen di atas dapat saling bersinergi hingga komunikasi poitik dapat berlangsung dengan efektif. Keefektivitasan komunikasi politik pada dasarnya bergantung pada komunikator politik, komunikan, dan media. 0% found this document useful 0 votes3K views52 pagesCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsPPTX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes3K views52 pagesSuprastruktur Dan Infrastruktur Sistem Politik Di Indonesia You're Reading a Free Preview Pages 9 to 20 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 26 to 37 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 41 to 48 are not shown in this preview.

instrumen yang berfungsi menyampaikan informasi mengenai politik disebut